Berit ini diliput oleh VIVAnews — Pengguna layanan blog WordPress dari Indonesia ternyata ketiga terbesar di dunia baik untuk keperluan blogging, bisnis maupun pemerintahaan. “Pengguna WordPress Indonesia mengalahkan pengguna WordPress Jerman, atau Perancis,” kata Matt Mullenweg, perintis WordPress saat jumpa pers WordCamp Indonesia 2009, Sabtu 17 Januari 2009.

Menurut Matt, tahun lalu, ada sekitar 117 juta kunjungan pada situs blog WordPress dari Indonesia.  Pengakses Indonesia pada WordPress.com adalah sebanyak 6,3 persen, di atas Jerman (5,1 persen), dan Brazil (4,7 persen). Indonesia hanya kalah dari negara asal WordPress, Amerika Serikat (24,7 persen), dan India (7,1).

Sementara bahasa Indonesia juga menjadi bahasa ketiga terbesar yang dipakai oleh pengguna WordPress. Menurut Matt, ada sekitar 300 ribu blog berbahasa Indonesia. lha sedangkan jika dilihat dari sini ini kan yang menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan kita tahu bahwa tidak sedikit para developer menggunakan bahasa Indonesia pada saat menginstalasi wordpress mereka, bisa bisa kalo gak salah menjadi pengguna wordpress terbesar di Seluruh Dunia, heheh apakah hal ini harus kita banggakan atau tidak, silahkan agan agan yang beri komentar.

Menurut catatan WordPress, pengguna WordPress yang menggunakan bahasa Indonesia ada sekitar 5 persen, hanya kalah dari pengguna WordPress yang berbahasa Inggris (66 persen) dan pengguna yang berbahasa Spanyol (8 persen).

Indonesia juga menjadi negara tercepat kedua, dalam hal perkembangan jumlah pelanggan WordPress, melebih Spanyol, Jerman dan Perancis. “Sekitar 143 ribu blog baru didaftarkan (di Indonesia) pada enam bulan terakhir,” ujar Matt.

Fakta inilah yang membuat Matt menjadi penasaran tentang Indonesia. Sebelumnya Matt tidak tahu apa-apa mengenai Indonesia, bahkan tak tahu letak Indonesia di peta dunia.

Menurut Matt, yang menjadi kekuatan WordPress sehingga bisa berkembang luas adalah aspek kebebasan yang ia sediakan.

Bagi pengembang, aplikasi open source itu juga bisa dipelajari secara bebas sehingga setiap orang bisa mengembangkannya. Hingga kini, sudah ada sekitar 3800-an plugin yang dikembangkan oleh komunitas WorPress.

Sementara dari sisi pengguna, kata Matt, WordPress menyediakan kebebasan memakai program ini serta mendistribusikan konten-konten di WordPress tanpa dikenakan biaya.

Hal senada dikatakan oleh blogger senior Kuncoro Wastuwibowo. Menurut Kuncoro, karena berbasis open source, pengembangan aplikasi-aplikasi tambahan untuk WordPress bisa lebih cepat.

Itu pula yang membuat Kuncoro beralih ke WordPress sejak tiga tahun belakangan, setelah sebelumnya menggunakan layanan blog milik Google, Blogger.com.

Tapi, kata Kuncoro, tak hanya sebagai blog, WordPress juga bisa dimanfaatkan sebagai engine bagi situs-situs lain.

Baru-baru ini, Kuncoro bahkan menggunakan engine WordPress untuk membangun situs milik pemerintah daerah Minahasa Selatan. “Karena berbasis open source, jadi biayanya kan hampir tidak ada,” kata Kuncoro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

seventeen − 10 =